السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
Rabu, 22 Muharam 1437H
ADANYA KELEBIHAN DI SEBALIK HIKMAH YANG DIBERI
Manusia dalam menjalani kehidupan diberi oleh Allah dengan ilmu dan hikmah. Keduanya merupakan anugerah Allah SWT yang wajib disyukuri. Ada manusia yang diberikan ilmu tapi tidak diberikan hikmah dan kebijaksanaan. Ada juga manusia yang diberikan oleh Allah SWT berupa hikmah dan kebijaksanaan tetapi tidak diberikan ilmu yang mendalam. Keduanya juga merupakan kelebihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang dikehendaki olehNya.
Tazkirah hari ini, ingin menjelaskan sedikit tentang HIKMAH dan kelebihan manusia yang diberikan oleh Allah SWT dengan ilmu dan HIKMAH tersebut.
Apa sebenarnya HIKMAH itu ?
Dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah, ayat 269:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Allah memberikan HIKMAH kebijaksanaan (ilmu yang berguna) kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan yang ditentukanNya). Dan sesiapa yang diberikan hikmah itu maka sesungguhnya ia telah diberikan kebaikan yang banyak. Dan tiadalah yang dapat mengambil pengajaran (dan peringatan) melainkan orang-orang yang menggunakan akal fikirannya".
Definasi HIKMAH menurut bahasa bererti: kebijaksanaan, pendapat atau fikiran yang positif, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak), dan al Qur’anul karim.
Sedangkan Imam al-Jurjani rahimahullah dalam kitabnya memberikan makna HIKMAH menurut bahasa ertinya: ilmu yang disertai amal (perbuatan), atau perkataan yang logik dan bersih dari sifat sia-sia.
HIKMAH juga bermakna : kumpulan keutamaan dan kemuliaan yang mampu membuat pemiliknya menempatkan sesuatu pada tempatnya (proporsional/ADIL).
HIKMAH juga merupakan ungkapan dari perbuatan seseorang yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.
Orang yang ahli dalam ilmu HIKMAH disebut al-Hakim, bentuk jamaknya (plural) adalah al-Hukama. Yaitu orang-orang yang perkataan dan perbuatannya sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW”.
Para ulama tafsir rahimahumullah juga mempunyai definasi masing-masing tentang HIKMAH. Yang mana antara pendapat tersebut saling berkaitan dan saling melengkapi antara satu sama lain.
Imam Mujahid mengertikan HIKMAH itu sebagai, “Benar dalam perkataan dan perbuatan”.
Malik bin Anas mengertikan HIKMAH adalah: “Pengetahuan dan pemahaman yang mendalam terhadap agama Allah SWT, lalu mengikuti ajaran agama tersebut dengan baik.”
Ibnul Qasim mengatakan HIKMAH adalah, “Memahami ajaran agama Allah SWT lalu mengikutinya dan mengamalkannya dengan baik.”
Imam Ibrahim an-Nakha’i mengertikan HIKMAH adalah: “Memahami apa yang terkandung di dalam al-Qur’an.”
Hasan al-Bashri, makna HIKMAH adalah:, “Sifat wara’ (hati hati dalam masalah halal dan haram).”
Imam at-Thabari rahimahullah menambahkan, “Menurut kami, makna HIKMAH yang tepat adalah ilmu tentang hukum-hakam Allah SWT yang tidak mampu dipahaminya melainkan melalui penjelasan Rasulullah SAW. Dengan begitu al-HIKMAH disini berasal dari kata alHukmu yang bermakna penjelasan antara yang haq dan yang bathil.
HIKMAH itu adalah setiap perkataan yang benar yang menyebabkan perbuatan yang benar.
HIKMAH ialah: ilmu yang bermanfaat dan amal soleh, kebenaran dalam perbuatan dan perkataan, mengetahui kebenaran dan mengamalkanya.
Dengan demikian tepat sekali pemahaman tersebut dengan hadits Rasulullah SAW:
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين (رواه البخاري ومسلم).
”Barangsiapa yang Allah menghendaki KEBAIKAN kepadanya, maka Allah menjadikan dia ‘FAQIH’ (FAHAM yang MENDALAM) dalam ilmu AGAMA” (HR. Bukhari dan Muslim).
Abu ja’far Muhammad menyebutkan apabila di dalam Al-Qur’an disebutkan kata kata HIKMAH setelah al-Kitab, maka Hikmah itu maksudnya Al-Qur’an dan ASSUNNAH.
Seperti Firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surah Al-Baqarah, ayat 129:
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم.ُ
"Wahai Tuhan Kami! Utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat (firmanMu) dan mengajarkan mereka isi kandungan Kitab (Al-Quran) serta Hikmah kebijaksanaan dan membersihkan (hati dan jiwa) mereka (dari syirik dan maksiat). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana".
Juga firman Allah SWT dalam Surah Al-Jumu'ah, ayat 2:
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
"Dia lah yang telah mengutuskan dalam kalangan orang-orang (Arab) yang Ummiyyin, seorang Rasul (Nabi Muhammad SAW) dari bangsa mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya), dan membersihkan mereka (dari iktiqad yang sesat), serta mengajarkan mereka Kitab Allah (Al-Quran) dan Hikmah (pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum syarak). Dan sesungguhnya mereka sebelum (kedatangan Rasulullah SAW) itu adalah dalam kesesatan yang nyata".
Jadi tidak cukup hanya dengan Al-Quran sahaja tanpa dengan Al-Hikmah yang bererti As sunnah atau pemahaman yang benar tentang Al-Quran tersebut. Itulah sebabnya mengapa As-Sunnah ini disebut dengan HIKMAH.
Oleh kerana itu, dari beberapa definasi HIKMAH di atas, manusia yang dianugerahkan oleh Allah SWT berupa HIKMAH maka akan diberikan beberapa kelebihan di antaranya adalah:
1. Manusia yang diberikan oleh Allah SWT berupa HIKMAH, mempunyai ilmu pengetahuan yang mendalam dan mampu mengamalkannya dengan baik dalam kehidupan.
2. Manusia yang diberikan HIKMAH, akan bersikap benar dalam ucapannya dan perbuatannya. Dalam erti kata "benar katakan benar, salah katakan salah "
3. Manusia yang diberikan HIKMAH, akan dapat menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya yang benar (berlaku adil terhadap sesama manusia).
4. Manusia yang diberikan HIKMAH, akan melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan (bijaksana dalam bercakap dan bertindak).
5. Manusia yang diberikan HIKMAH akan mampu memahami dan menerapkan hukum hakam Allah SWT di dalam kehidupan dalam apa jua keadaan.
Jadi HIKMAH itu laksana hak milik seorang mukmin yang hilang. Di manapun ia menjumpainya, di sana ia berhak mengambilnya” (HR. Al-Askari dari Anas bin Malik)
Begitu banyak ilmu dan hikmah yang disebarkan Allah SWT di dunia ini. Dan kita menemukannya dari pelajaran di lembaga pendidikan, majlis ta’lim, ceramah agama, nasihat-nasihat orang tua, diskusi dengan teman, dan lain sebagainya. Kekayaan ilmu yang Allah SWT miliki tak pernah terbatas dan akan diberikan kepada siapa yang dikehendakiNya.
Dan setelah kita mendapatkan HIKMAH tersebut kita WAJIB menyampaikan, mendakwahkan, sesuai firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl, Ayat 125:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan AL-HIKMAH dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Ya Allah berikan kepada kami ilmu yang bermanfaat untuk diri kami, keluarga kami serta agama kami, serta berilah kapada kami hikmah dan kebijaksanaan, seperti yang telah engkau berikan kepada kepada hamba-hambaMu Yang terdahulu. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!
Wallahu A'lam.
Jazakumullahu khairanjaza’..
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat.
Wassalam